Kamis, 19 Oktober 2017

The Way When You Face 'Skripsi'.....

Hasil perjuangan selama 6 bulan
Dalam dunia perkuliahan, menurutku ada dua hal yang membuat kebanyakan mahasiswa stres. Tugas yang tak ujung selesai dan masa-masa menyusun skripsi. Buat kebanyakan mahasiswa, proses penyusunan skripsi dan tugas akhir memang menjadi proses terpanjang dan penuh rintangan. Dari mulai cari judul, bolak-balik ke tempat penelitian, sebar kuisioner, kendala maju sidang, sampai tanda tangan lembar pengesahan yang super crowded. Satu hari bisa bolak balik ke Tangerang-Bekasi-Jakarta untuk mendapatkan tanda tangan dosen yang begitu penting. Selama menyusun Tugas Akhir kemarin, aku sadar ada banyak hal penting yang luput untuk kuperhatikan. Oleh karena itu sebagai pembelajaran, berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan danoticed selama kamu menjalani proses penyusunan skripsi atau tugas akhir:

1. Mencari Banyak Referensi

       Menyiapkan bahan penelitian dimulai dari rajin membaca skripsi atau Tugas Akhir kakak tingkat. Hal ini sangat penting, agar bisa mempelajari lebih dalam bagaimana menyusun skripsi. Tak heran mahasiswa akhir jadi lebih sering pergi ke perpustakaan di banding tempat lainnya. Mencatat variabel apa saja yang sekiranya akan dipakai dalam studi kasus penelitian dan memerlukan wifi kampus untuk browsing hal yang bisa bersangkut-pautan dengan penelitian yang akan dikaji. Buatku, lebih sulit mencari studi kasus dibandingkan menentukan variabel yang ingin dipakai. Sebab satu kasus bisa diteliti dari berbagai macam perspektif atau variabel. Adapun variabel bila ingin dicocokkan dengan sebuah kasus harus berdasarkan (LBM) Latar Belakang Masalah.

2. Memilih Dosen Pembimbing

Dosen pembimbing sangat berpengaruh dengan proses penyusunan Skripsi dan Tugas Akhir. Sebab progres penelitian kita bergantung pada kuantitas dan kualitas kita bimbingan dengan dospem kita. Tipe-tipe dosen pembimbing sangat bermacam-macam. Coba pilih dospem yang sangat cocok dengan karaktermu. Dan kamu bisa mengikuti peraturan dosen tersebut. Ada dospem yang sangat perhatian dengan mahasiswa bimbingannya, sampai-sampai dosen tersebut mendatangi tempat tongkrongan mahasiswanya mengingatkan untuk segera bimbingan. Ada juga yang sampai meminta adik tingkat buat mengingatkan mahasiswa bimbinganya agar rajin bimbingan. Tak jarang juga dosen yang acuh saja bahkan mengambek, menunggu mahasiswanya sadar akan perlunya bimbingan.
         Memilih dospem berdasarkan lokasi rumah juga dipertimbangkan. Suatu saat nanti jika mendesak, mahasiswa harus mendatangi rumah dosen untuk bimbingan atau minta tanda tangan. Memilih dospem juga harus dilihat apakah dosen tersebut akan membela kita saat sidang nanti. Sebab berdasarkan pengalaman teman ada beberapa dosen yang tidak peduli, bahkan tertawa saat mahasiswa bimbingannya dicecer oleh penguji. Tetapi dari beberapa survey lainnya kebanyakan, dosen pembimbing akan membela kita pada saat di ruang sidang. 

3. Membuat Target

         Hal ini yang paling krusial. Tanpa target progress kita kemungkinan besar tidak maksimal. Membuat target di dorong mulai dari menghilangkan kemalasan dan mencatat hal-hal yang kurang dalam skripsi kita. Lalu dibagi waktu target untuk menyelesaikannya satu persatu. Bisa dimulai dengan mencicilnya perlahan, namun pasti. Mungkin bagi yang tidak betah berlama-lama di depan laptop, bisa dicoba dengan mengerjakan setiap tiga jam sehari, selama satu jam full fokus di depan laptop dan data-data penelitian. Gaya menyusun penelitian setiap orang berbeda-beda. Ada yang membuat jadwal kapan harus berkutat di depan laptop. Yang pasti, kita perlu untuk memaksa diri kita buat mengerjakan skripsi kita. Akan tetapi dengan catatan tetap menjaga kesehatan tubuh dengan makan dan istirahat yang cukup.

4. Mempunyai Cadangan Judul

Sebelum mengajukan judul ke dosen pembimbing, ada baiknya kita menyiapkan dua judul lainnya untuk menjadi cadangan penelitian kita. Hal tersebut sangat bermanfaat jika di tengah dalan pada proses penyusunan, ada beberapa kendala yang menyebabkan penelitian tidak dapat kita lanjutkan. Pada seminar proposal kita, panitia sidang bisa memberikan saran untuk mengganti kasus dengan instrument yang sama. Atau dengan mengganti variabel tapi tetap pada studi kasus yang sama. Atau bahkan dengan mengganti kasus dan instrumen yang baru lagi. 
Sebagai pengalaman, menjelang dua minggu sebelum seminar proposal dan waktu itu sudah rampung sampai bab 3, aku mengalami kendala dan harus mengulang dari awal lagi dengan penelitian yang baru. Penyebabnya karena perusahaan tidak mau diteliti, dan kalau tetap dilaksanakan penelitianku akan dianggap ilegal. Alhamdulillahnya belum aku fight cari studi kasus baru lagi, ada teman yang menawarkan objek yang bagus untuk kuteliti. Dan dengan pertolongan Allah lagi, proses pengumpulan data dan penyusunannya bisa dikerjakan dengan cepat berkat bantuan teman tersebut. Sehingga aku bisa mengejar ketertinggalanku. Terimakasih Yudi Nur Muhamad, S.Pd yang namanya pengen diabadikan disini..
 5. Memilih Lokasi Penelitian.

               Kadang kita menyukai sebuah penelitian yang kita penasaran akan hasilnya. Namun kadang  tempatnya sangat jauh dari rumah maupun universitas kita. Memang masih bisa dijangkau oleh raga dan biaya. Tapi akan lebih baik lagi jika penyusun memilih tempat yang memudahkan penyusun itu sendiri. Maka itulah manfaat adanya pembatasan masalah, agar penelitian lebih terarah (tidak merambat ke pembahasan lain), fokus dan memudahkan peneliti.
                 
      6.  Mengatur siasat jitu saat ingin sidang.

              Siasat yang pertama ialah tanya senior yang udah lulus. Bagaimana untuk mensukseskan sidang dengan memuaskan hati dosen dan agar tidak banyak revisiannya. Siasat yang kedua ialah mempelajari karakteristik dosen penguji dan ketua sidang kita dengan cara bertanya kepada mahasiswa bimbingan dari dosen tersebut. Dan tidak ada salahnya untuk melihat dan mempelajari draft skripsi mahasiswa bimbingan dari dosen-dosen tersebut yang akan menguji kita di sidang nanti.

7.  Mempersiapkan pemberkasan

                Seperti halnya saat kita hendak masuk universitas, pasti kita harus melengkapi pemberkasan. Maka tak ada beda, jika kita hendak lulus dan keluar dari kampus. Inilah pentingnya memiliki map atau tempat penyimpanan sendiri dalam menyimpan berkas dan data penting. Berkas umum yang sekiranya harus disiapkan ialah bukti pembayaran biaya semesteran kuliah atau UKT (Uang Kuliah Tunggal), pengembalian KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) dan Kartu Pinjam perpustakaan, Sertifikat-sertifikat kegiatan kampus yang selama ini sudah didapatkan, fotocopy legalisir ijazah SMA, surat bebas pinjam perpustakaan dan pas foto memakai baju putih dengan background merah. Kamu bisa tanya senior atau bagian akademik dari jauh-jauh hari apa saja berkas yang perlu disiapkan. Menurutku, berkas-berkas tersebut sangat perlu untuk mulai dicicil sebelum sibuk melakukan penelitian. Memang berkas tersebut akan dikumpulkan di akhir menjelang atau sesudah sidang akhir. Akan tetapi lebih baik berkas tersebut sudah dipersiapkan dengan baik sebelum diminta. 
               Sebagai pengalaman pada H-4 Seminar Proposal, aku masih sibuk ke Fuji Film karena belum punya pas foto buat pemberkasan sidang. Padahal transkip wawancara belum rampung semua. Bahkan H-2 pemberkasan Sidang Akhir, orangtuaku mengorbankan waktunya pada malam hari ke Jakarta buat mengantarkan fotocopy legalisir ijazah SMA yang masih di rumah. Jadi berkas-berkas diusahakan sudah siap dari jauh-jauh hari.
Akhirnya A.Md :)
        Buat siapapun yang akan atau sedang menghadapi Tugas Akhir atau skripsi, kuucapkan Selamat Berjuang di masa penuh rintangan. Go for the extramiles. Nikmati prosesnya dan ikhlas dalam menjalankannya. Ingat, semua yang kita perjuangkan tak pernah sia-sia. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Dan buat kamu yang sudah mendapatkan gelar dan melewati itu semua, kuucapkan Baarakallah fii ilmi. Semangat meniti karir buat yang langsung kerja. Semangat lanjut studi buat yang melanjutkan pendidikannya. Selamat datang di babak kehidupan berikutnyaaaa :) 


Silahkan komen dibawah untuk menceritakan pengalaman menakjubkanmu dalam menyusun Skripsi/Tugas Akhir :D

3 komentar: